Mitos atau Fakta: Menyusui Bikin Gigi Anak Lebih Kuat?

Penulis: Rini Azhari
Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:05:00 WIB

Air susu ibu (ASI) memang selalu punya segudang cerita. Dari urusan nutrisi, kekebalan tubuh, sampai ikatan batin, semua dibahas. Tapi, bagaimana dengan kesehatan gigi? Banyak yang bertanya-tanya, apakah anak yang menyusu ASI punya gigi lebih sehat? Jawabannya ternyata nggak sesederhana itu, Bunda.

Perlindungan Alami di Tahun Pertama

Penelitian sistematis yang mengupas risiko karies anak usia dini (ECC) menemukan fakta menarik. Pada 12 bulan pertama kehidupan, ASI memberikan semacam tameng alami untuk gigi si kecil. Iya, Bunda, bayi yang menyusu ASI justru punya gigi lebih sehat di periode ini. Bahkan, lanjut menyusui sampai usia 24 bulan pun belum dianggap sebagai pemicu masalah gigi yang signifikan.

Namun, ceritanya bisa berubah setelah si kecil melewati usia 2 tahun. Kalau masih terus menyusu, terutama di malam hari, risiko karies bisa meningkat. Kenapa bisa begitu?

  • Pola makan anak mulai berubah, sering kali sudah mengenal camilan manis.
  • Kandungan mineral pelindung dalam ASI secara alami menurun seiring waktu.
  • Menyusu di malam hari saat tidur membuat produksi air liur berkurang, padahal air liur itu penting banget buat melindungi gigi.

ASI dan Gigi Berlubang: Apa Hubungannya?

Gigi berlubang terjadi ketika bakteri di mulut mengubah karbohidrat menjadi asam. Asam inilah yang terus menggerogoti email gigi sampai akhirnya muncul lubang. ASI memang mengandung laktosa, sejenis gula alami. Tapi tenang, Bunda, potensi laktosa bikin gigi bolong itu lebih rendah dibandingkan gula pasir (sukrosa).

Bahkan, sebuah kajian tentang susu dan produk olahannya pada anak-anak dan remaja menunjukkan bahwa susu tanpa tambahan gula punya sifat yang justru membantu kesehatan gigi. Kok bisa? Ini dia beberapa alasannya:

  • Kalsium dan fosfat dalam susu membantu proses remineralisasi, yaitu mengembalikan mineral yang hilang dari email gigi.
  • Kasein, protein dalam susu, bisa membentuk lapisan pelindung di permukaan gigi sehingga lebih tahan terhadap asam.
  • Air liur yang dipicu oleh konsumsi susu membantu menetralkan asam dan membersihkan sisa makanan.

Sayangnya, perlindungan dari air liur ini tidak bekerja optimal saat kita tidur. Itulah kenapa kebiasaan menyusu di malam hari perlu jadi perhatian ekstra.

Jadi, Bagaimana Kesimpulannya?

Nggak bisa dibilang anak yang menyusu ASI otomatis punya gigi lebih sehat, tapi juga nggak bisa dibilang ASI bikin gigi rusak. Kesehatan gigi anak itu dipengaruhi banyak faktor: kebersihan gigi, pola makan, asupan gula, sampai kebiasaan menyusu itu sendiri.

Yang paling penting, Bunda, adalah rutin menyikat gigi si kecil dengan pasta gigi berfluorida, menjaga pola makan yang sehat, dan nggak lupa periksakan gigi ke dokter secara teratur. Dengan begitu, senyum si kecil tetap sehat dan cemerlang, apa pun jenis susunya.

Reporter: Rini Azhari